Barito Integra Teknologi Tawarkan Solusi Customer Relation Management

Jakarta: Barita Integra Teknologi (BIT) sebagai perusahaan penyedia software bisnis mengumumkan layanan optimalisasi implementasi solusi customer relation management (CRM). Rangkaian tools yang disediakan diklaim mengedepankan standar dan model operasional sesuai kebutuhan klien.
 
Co-Founder BIT Prasetyo Gema menuturkan bahwa implementasi CRM memang tidak berdampak langsung pada peningkatan pendapatan bisnis atau perusahaan bahkan kerap dianggap sebagai tambahan biaya.
 
Padahal CRM merupakan strategi untuk membangun hubungan dengan pelanggan, termasuk pelanggan potensial. Perusahaan yang mengimplementasikan CRM dapat menganalisis perilaku dan kebutuhan dari konsumen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hasilnya informasi ini dapat dimanfaatkan untuk merumuskan strategi pemasaran, promosi, atau pengembangan produk yang berujung dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahan,” kata Prasetyo.
 
Sejumlah perusahaan ternama dari industri financial services, banking, manufacturing dan mining telah menjadi klien terpercaya Barito Integra Teknologi (BIT) dalam memanfaatkan layanan pengelolaan dan operasionalisasi tools CRM di perusahaan mereka.
 
Prasetyo menjelaskan dalam praktiknya, BIT telah melakukan tiga hal utama untuk memastikan proses pemeliharaan CRM di beberapa perusahaan tersebut tidak menghambat produktivitas.
 
Hal ini melibatkan penyesuaian infrastruktur IT yang digunakan harus sudah sesuai kebutuhan, seperti kapasitas server, pergantian server, dan membuat aktivitas dengan tools CRM ini menjadi lebih mudah. 
 
Selain itu, BIT juga memastikan manajemen infrastruktur selaras dengan kebutuhan pada saat proses maintenance, serta meminimalisir waktu henti atau downtime saat melakukan pembaharuan. 
 
“Dalam proses itu, kami memanfaatkan containerized architecture sehingga mayoritas proses dilakukan secara otomatisasi. Dengan  begitu, menjadi lebih mudah untuk kami dalam mengetahui modul mana yang perlu dioptimalisasi lebih lanjut,” jelas Prasetyo.
 
“Selain itu, lebih mudah pula untuk set up dan membuat prosedur operasional untuk tim developer dan support team. Sehingga, fokus dapat dialihkan dari infrastruktur ke layanan klien dan pembuatan fitur produk baru,” ujarnya.
 
Co-founder BIT, Philipus Martin berpendapat bahwa kerja sama dengan beberapa perusahaan tersebut membuka peluang dan tantangan tersendiri bagi timnya agar dapat merancang model operasional yang tepat dan berkualitas. 
 
Hasil yang dicapai tim BIT dalam merancang dan mengoperasikan CRM dengan standar internasional ini menjadi bukti bahwa praktisi IT di Indonesia tidak kalah hebat dengan SDM internasional.
 
“Di tim kami, terdapat tenaga ahli senior yang siap untuk memberikan panduan dalam menciptakan praktik kerja yang adaptif, sehingga dapat disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan unik dari setiap klien kami yang beragam,” kata Martin.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(MMI)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Rekor Buruk Belum Terputus, Pelatih Sebut Persita Hilang Fokus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *